Open FREE Consultation for Business License
"IZIN DASAR & IZIN OPERASIONAL"

0813-1000-6549
amarta.ijintender@gmail.com

ESDM Bakal Lelang 12 Blok Migas dengan Dua Skema Kontrak Migas

Diterbitkan pada Hari Kamis, 16 Januari 2020

Kementerian ESDM akan lelang 10 blok migas konvensional terlebih dahulu. Targetnya selesai pada semester pertama tahun ini.


Kementerian Enesrgi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal melelang 12 blok minyak dan gas bumi (migas) pada tahun ini. Blok tersebut terdiri dari 10 blok konvensional dan dua blok non-konvensional.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Ditjen Migas Kementerian (ESDM) mengatakan pemerintah bakal menawarkan dua skema kontrak migas dalam lelang 12 blok migas tersebut. "Sudah kami siapkan untuk skemanya akan dilihar dari sisi teknis apakah cost recovery atau gross split, yang jelas dari pimimpinan terbukan tersgantung hasil teknis," kata Mustafid di Kantor Ditjen Migas, Selasa (14/1).

Kementerian ESDM bakal melelang 10 blok migas konvensional terlebih dahulu. Targetnya selesai pada semester pertama tahun ini. Setelah itu, ESDM akan melelang blok migas non-konvensional. "Kapan (waktunya)? Sedang diperisapkan berharap Maret atau April konvensional bisa dilelang 10 dulu," ujarnya.

Pelaksana Tugas Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, pemerintah saat ini sedang mengkaji keekonomian penggunaan skema cost recovery dan gross split.

Dalam skema cost recovery, porsi pemerintah akan lebih besar karena ikut menanggung biaya. Sedangkan jika memakai skema gross split bagian pemerintah akan lebih kecil karena semua biaya menjadi tanggungan kontraktor.

"Kami perlu waktu untuk bandingkan ini. Karena kalau dilelang itu eksplorasi jadi susah hitung keekonomiannya. Kalau perpanjanga gampang," kata Djoko.

Pendiri ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto menilai rencana pemerintah cukup bagus karena memberikan puluhan kepada investor dalam penerpan kontrak migas. Di sampaing itu, bila perlu pemerintah juga dapat mengjaki opsi untuk menerapkan kontrak royalty and tax.

"Investor menjadi lebih fleksibel dan mempunyai pilihan, tidak terpaku pada keharusan untuk menggunakan gross split," ujarnya kepada katadata.co.id

Pri agung mengatakan royalty and tax merupakan versi asli dari gross split. Sistem tersebut lebih sederhana dibandingkan gross split karena tidak mempunya embel-embel progresif dan variabel split yang rumit.

"Negara-negara maju seperti AS, UK, Eropa Barat rata-rata menerapkan tax royalty," ujarnya.

Menurutnya bila royalty and tax dapat diterapkan di industri migas Indonesia, maka kontraknya haruslah anatara business to business terlebih dahulu. Atau jika melalui pemerintah dapat dijalankan dengan sistem yang ditereapkan di pertambangan umum atau minerba.

Video


Event


Tender Information

Tender Indonesia

JOIN OUR MEMBERSHIP

We provide TENDER INFORMATION, TENDER AWARD & INCOMING PROJECT LIST for our members.

Covering projects from Oil and Gas, Mining, Power Plant, Infrastructure, Telecomunication, Property, Petrochemical and Industrial
> Click Here <


Website Assistants

ijintender.co.id




Our Instagram

 @ijintender_indonesia  Follow Us


Our Media

Facebook Amarta

Twitter Amarta

@2019 www.ijintender.biz. All Rights Reserved