Open FREE Consultation for Business License
"IZIN DASAR & IZIN OPERASIONAL"

0813-1000-6549
amarta.ijintender@gmail.com

2020, Konstruksi Kawasan Industri Melonjak 54,88%

Diterbitkan pada Hari Senin, 25 November 2019

Jakarta - Tahun 2020 trend pembangunan properti sub sektor kawasan industri bakal lebih menggeliat dibandingkan 2019. Bahkan, dari sisi nilai, konstruksi kawasan industri diprediksi melejit hingga 54,88%


"Industri diperkirakan akan tumbuh signifikan pada tahun 2020 yang mencapai Rp50,35 Triliun," ujar General Manager for Indonesia - BCI Asia Pietter Sanjaya, kepada Investor Daily, saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (23/11).

Angka pertumbuhan 2020 itu, mengutip data BCI Asia, lebih tinggi dibandingkan 2019 yang bertumbuh 32,47% dibandingkan 2018. Pertumbuhan tahun depan memuncaki tren industri dalam rentang lima tahun terakhir, yakni 2016-2020. Secara umum, konstruksi kawasan industri terus bertumbuh, kecuali pada 2018 yang sempat turun 2,83% menjadi Rp 24,54 triliun.

Menurut Pietter, pertumbuhan nilai konstruksi pada 2020 disokong oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah pertumbuhan bisnis pergudangan akibat dari permintaan fast moving consumer goods (FMCG). “Lalu, didorong oleh pertumbuhan e-commerce, logistik pihak ketiga, dan investasi di sektor food and beverage (F&B) yang terus meningkat,” jelas dia

Secara wilayah, menurut data BCI Asia, nilai konstruksi kawasan industri yang terbesar pada 2020 ada di Kalimantan, yakni senilai Rp 18,36 triliun atau setara dengan 36,47%. Lalu, Jawa Timur Rp 12,45 triliun (24,73%) dan Jabodetabek (Greater Jakarta) Rp 7,38 triliun (14,66%). Selanjutnya, kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua Rp 5,74 triliun (11,41%), Jawa Barat Rp 3,02 triliun (6,01%), dan Sumatera Rp 1,76 triliun (3,51%). Selain itu, Jawa Tengah Rp 1,36 triliun (2,70%) serta Bali-Nusa Tenggara Rp 259 miliar (0,51%).

Sementara itu, Head of Research & Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus pernah mengatakan, Indonesia merupakan pangsa pasar online (internet) terbesar di Asia Tenggara sehingga memiliki potensi pertumbuhan ekonomi digital yang fenomenal. Mengutip hasil survey dari GoogleTemasek-Bain beberapa waktu lalu, kata Anton, potensi pasar ekonomi digital Indonesia yang mencakup sektor e-commerce, online media, travel dan transportasi meningkat lima kali lipat dari US$ 8 miliar pada 2015 menjadi US$ 40 miliar pada 2019 dan diperkirakan terus meningkat menjadi US$ 130 miliar atau Rp 1.900 trilun pada 2025. Fenomena ekonomi digital tersebut sangat kontras dengan kondisi sektor bisnis konvensional yang dibayang-bayangi perekonomian global yang lambat.

Menurut Anton, hal itu terjadi seiring perubahan tren gaya hidup konsumen yang semakin terkoneksi dengan internet yang semakin canggih dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan masyarakat modern. Seperti sektor bisnis lainnya, sektor properti tidak akan bisa menghindari dampak fenomena disruption yang terjadi. “Saat ini saja, kita sudah melihat berbagai model bisnis baru yang menyaingi perusahaan properti konvensional, dimana cikal bakal usaha tersebut dilandasi konsep berbagi atau yang sering disebut sebagai sharing economy,” kata Anton.

Terkait permintaan lahan di kawasan industri, Collier International Indonesia memperkirakan pada kuartal III-2019 ada peningkatan transaksi lahan kawasan industri (KI). Konsultan properti itu memperkirakan sampai akhir 2019 ada transaksi mencapai 273,6 hektare (ha).

“Dari hasil laporan para pelaku industri bahwa mereka bilang pada kuartal ketiga 2019 ada aktifitas yang cukup tinggi untuk sektor industri,” ungkap Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto, di Jakarta, baru-baru ini.

Dia mengatakan, permintaan yang cukup potensial pada masa mendatang masih dari sektor otomotif dan logistik. “Permintaan potensial kemungkinan besar akan datang dari sektor otomotif dan logistik, namun kami juga melihat ada tren permintaan dari sektor barang-barang konsumen, baja, bahan bangunan, dan manufaktur ringan,” kata Ferry.

Data Colliers menunjukkan bahwa dalam kuartal II-2019 transaksi untuk lahan kawasan industri di kawasan Jabodetabek menur un sebesar 17,03 ha dibandingkan kuartal sebelumnya. Namun sampai akhir 2019 diperkirakan ada transaksi mencapai 273,6 ha, sedangkan sepanjang 2019 sampai 2023 ada transaksi 267,2 ha.

Ferry menjelaskan, suplai untuk sektor industri sampai kuartal II-2019 belum terlihat ada penambahan, namun diperkirakan sampai akhir 2019 ada suplai sebesar 55 ha. Suplai akan terus bertambah sampai akhir 2023 yakni sebesar 171,2 ha.

“Jadi pemilik lahan industri secara keseluruhan masih fokus pada penjualan sisa tanah yang mereka miliki dan hanya sedikit yang sudah dalam tahap pembukaan lahan untuk ekspansi selanjutnya,” kata dia.

Sedangkan untuk harga lahan kawasan industri masih tetap stabil dan sampai akhir tahun diperkirakan bakal ada kenaikan sebesar 3% atau US$ 200,67 dan sampai tahun 2023 ada kenaikan sebesar 5,3% dengan harga US$ 221,62.

 

Source : Investor Daily Edisi Cetak (25 Nov 2019)

Reposted by SP

Video


Event

Tidak ada event untuk saat ini. Kembali lagi esok smiley


Tender Information

Tender Indonesia

JOIN OUR MEMBERSHIP

We provide TENDER INFORMATION, TENDER AWARD & INCOMING PROJECT LIST for our members.

Covering projects from Oil and Gas, Mining, Power Plant, Infrastructure, Telecomunication, Property, Petrochemical and Industrial
> Click Here <


Website Assistants

ijintender.co.id

kitas 2020




Our Instagram

 @ijintender_indonesia  Follow Us


Our Media

Facebook Amarta

Twitter Amarta

PT. ALKESINDO PRATAMA MANDIRI
PT. BUANAREKSA ENGINEERING
PT. CITRA GAIA
PT. SAMUDERA MANDIRI SEJAHTERA
PT. SEMEN INDONESIA LOGISTIK
PT. HAGOR IGUR ENERGY
PT. PANCARAN SAMUDRA TRANSPORT
PT. TOTAL PRIMA JAYA
PT. JAGARTI SARANA TELEKOMUNIKASI
PT. ALPHA ENERGI INDONESIA
PT. CAHAYA SURYA REJEKI
PT. Weebz Mandiri
PT. PAL Indonesia
CV. AKSELERASI BUMI PRATAMA
PT. RUBOTORI ROTECH
PT. GEOTECHNICAL AND ENVIRONMENTAL SERVICES INDONESIA
PT. INDOTEK ENGICO
KOEPRASI TANKERS
PT. VSL
PT. BINTANG SOLUSI UTAMA
PT. GLOBAL KONTSRUKSI
PT. BARU TIMBUL PERKASA
PT. CITRA WAHANA SEKAR BUANA
PT. MAX POWER GROUP
PT. iTI SOLUTION
PT. VELOSI
ARJUNA TOUR TRAVEL
PT. VADS
PT. PGAS SOLUTION
PT. MUTU CERTIFICATE INTERNATIONAL
PT. SURYAMAS GEMILANG
PT. LNS INDONESIA
PT. ERPEDANA
PT-SAMARINDA LOGISTIC
PT. GEDRALIA SINAR TERANG
PT. DATA MATIC INTEGRASI
PT. Sapura Nordrill
PT. Putra Negara
PT. Perfecta Sarana Engineering
PT. Kemayoran Teguh Karya
PT. Edi Indonesia
PT. Cipta Teknik Utama
PT. ELNUSA PETROFIN
PT. STAFINDO DINAMIKA MANDIRI
PT. SK TOTAL INDONESIA
PT. SHERASA INTEGRITAS
PT. RAYYA KOMUDATA
PT. MECO ARTA INDONESIA
PT. JATIM BROMO STEEL
PT. INDOBARA BAHANA
PT. GRAMA BAZITA
PT. GEBRINA UTAMA
PT. GARBALOKA PERSADA
PT. DELTADATA MANDIRI
PT. DAVIDI INTERNATIONAL
PT. CATUR TUNGGAL BAHANA
PT. ADIPROTEK ENVIRODUNIA
@2019 www.ijintender.biz. All Rights Reserved